Sekolah Dasar

Sekolah dasar (disingkat SD) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia. Sekolah dasar ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6

Sekolah Menengah Pertama

Sekolah Menengah Pertama yang disingkat dengan SMP merupakan jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus sekolah dasar (atau sederajat)

Sekolah menengah Atas

Sekolah menengah atas (SMA) merupakan lanjutan dari jenjang pendidikan dasar

Perguruan Tinggi

Pendidikan tinggi merupakan lanjutan dari jenjang pendidikan menengah. yang biasa di sebut dengan Mahasiswa.

Guru

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah

Hubungan guru dengan murid

Hubungan guru-siswa yang baik memungkinkan guru untuk lebih mudah memanajemen kelas, mengurangi tingkat stres siswa, menjadikan siswa merasa dihargai dan diapresiasi serta dapat membantu menjaga atau meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Minggu, 05 Februari 2017

Pengertian Teori Kritis


Teori Kritis merupakan salah suatu perspektif teoritis yang bersumber pada berbagai pemikiran yang berbeda seperti pemikiran Aristoteles, Foucault, Gadamer, Hegel, Marx, Kant, Wittgenstein dan pemikiran-pemikiran lain. Pemikiran-pemikiran berbeda tersebut disatukan oleh sebuah orientasi atau semangat teoretis yang sama, yakni semangat untuk melakukan emansipasi.

Tujuan teori kritis adalah menghilangkan berbagai bentuk dominasi dan mendorong kebebasan, keadilan dan persamaan. Teori ini menggunakan metode reflektif dengan cara mengkritik secara terus menerus terhadap tatanan atau institusi sosial, politik atau ekonomi yang ada, yang cenderung tidak kondusif bagi pencapaian kebebasan, keadilan, dan persamaan.

Ciri khas Teori Kritis tidak lain ialah bahwa teori ini tidak sama dengan pemikiran filsafat dan sosiologi tradisional. Singkatnya, pendekatan teori ini tidak bersifat kontemplatif atau spektulatif murni. Pada titik tertentu, ia memandang dirinya sebagai pewaris ajaran Karl Marx, sebagai teori yang menjadi emansipatoris.Selain itu, tidak hanya mau menjelaskan, mempertimbangkan, merefleksikan dan menata realitas sosial tapi juga bahwa teori tersebut mau mengubah.

Pada dasarnya, esensi Teori Kritis adalah konstruktivisme, yaitu memahami keberadaan struktur-stuktur sosial dan politik sebagai bagian atau produk dari intersubyektivitas dan pengetahuan secara alamiah memiliki karakter politis, terkait dengan kehidupan sosial dan politik.0 Sifat politis pengetahuan ini berkembang dari atau dipengaruhi oleh tiga pemikiran yang berbeda.

·         Pertama, pemikiran Kant mengenai keterbatasan pengetahuan, yaitu bahwa manusia tidak dapat memahami dunia secara keseluruhan melainkan hanya sebagian saja (parsial).

·         Kedua, pemikiran Hegel dan Marx bahwa teori dan pembentukan teori tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Ilmuwan harus melakukan refleksi terhadap teori atau proses pembentukan teori tersebut.

·         Ketiga, pemikiran Horkheimer yang membedakan teori ke dalam dua kategori, yakni tradisional dan kritis. Teori tradisional menganggap adanya pemisahan antara teoretisi dan obyek kajiannya. Artinya, teori tradisional berangkat dari asumsi mengenai keberadaan realitas yang berada di luar pengamat, sementara teori kritis menolak asumsi pemisahan antara subyek-obyek dan berargumen bahwa teori selalu memiliki dan melayani tujuan atau fungsi tertentu.

Dalam hubungan internasional teori kritis tidak terbatas pada suatu pengujian negara dan sistem negara tetapi memfokuskan lebih luas pada kekuatan dan dominasi di dunia secara umum. Teori kritis mencari pengetahuan bagi tujuan politis: untuk membebaskan kemanusiaan dari struktur politik ekonomi dan dunia yang menekan dan dikendalikan oleh Amerika Serikat. Mereka berupaya untuk mendobrak dominasi global negara-negara kaya di belahan bumi Utara atas negara-negara miskin di belahan dunia Selatan.

Pada dasarnya, teori kritis dipengaruhi oleh dua pemikiran utama. Yang pertama adalah teori kritis Frankfurt School, yang sumber-sumber pemikirannya bisa dilacak dari pemikiran-pemikiran Habermas, Adorno, dan Max Horkheimer, serta didukung oleh pemikir-pemikir lain seperti Herbert Marcuse, Walter Benjamin, Eric Fromm, Albrecht Wellmer, Karl-Otto Apel, dan Axel Honneth. Pengaruh kedua berasal dari karya dan pemikiran Antonio Gramsci.

Walaupun membawa obsesi yang sama, yakni keinginan untuk meninjau kembali pemahaman mengenai masyarakat politik negara, kedua pengaruh ini mendorong perkembangan teori kritis dalam studi hubungan internasional yang bukan hanya membawa orientasi intelektual yang berbeda, akan tetapi cenderung eksklusif satu sama lain, dalam artian bahwa masing-masing tidak mengacu pada sumber-sumber intelektual teori kritis yang lain. Linklater, Jones dan Baynes, misalnya, memfokuskan perhatian terutama pada teori normatif dan politik, mendasarkan sepenuhnya pemikiran-pemikiran yang dikembangkan dari teori kritis Frankfurt School dan hampir tidak memberikan pengakuan terhadap pengaruh Gramsci. Sebaliknya, teori kritis yang didasarkan pada pemikiran Gramsci, seperti ditemukan dalam pemikiran Cox, Harrod atau Gill, yang cenderung berorientasi pada ekonomi politik, juga tidak menunjukkan adanya pengaruh pemikiran kritis Frankfurt School.

Minggu, 11 Januari 2015

Pernikahan islami itu indah

yuks silahkan di lihat contoh pernikahan yang islami. klik link di bawah sini ya :D
https://www.youtube.com/watch?v=Gc3a7xSUPXk&feature=youtu.be

Jumat, 09 Januari 2015

Review Buku "Filsafat Pendidikan Islam"


 
Judul Buku : Filsafat Pendidikan Islami
Penulis : Prof. Dr. Ahmad Tafsir
Penerbit : PT REMAJA ROSDAKARYA
Tebal : 338 Halaman
Cetakan : Cet. III November 2008

Buku ini merupakan sebuah sumbangsih yang sangat besar bagi kaum pelajar khususnya setingkat mahasiswa dan mahasiswa pasca sarjana yang mungkin masih awam dalam memahami tentang filsafat pendidikan islam. Permasalahan mengenai filsafat yang dikaji di setiap kampus pendidikan ternyata hampir sama, yaitu sulitnya membedakan antara filsafat pendidikan dan teori pendidikan.

Dengan semua daya dan upaya penulis optimalkan dalam menyusun buku ini, penulis adalah seorang yang ahli di dalamnya yaitu seorang pengajar tentang Filsafat Pendidikan dan Ilmu Pendidikan di beberapa perguruan tinggi, yang mahasiswanya adalah mahasiswa program S1 dan S2.

Penulis dalam menyusun buku ini diawali dengan mejelaskan terlebih dahulu mengenai perbedaan filsafat dengan ilmu. Dari penjelasan yang ada di BAB I ini mencerminkan pemahaman penulis yang dalam tentang filsafat. Namun, dari BAB ini juga pembahasannya tidak hanya menceritakan perbedaan filsafat dan ilmu. Akan tetapi, menjelaskan pula latar belakang penulisan judul buku yang sedang kita kaji sekarang judulnya.

Buku ini juga tidak ditulis secara sistematik menurut struktur Filsafat Pendidikan. Tetapi, penulis hanya membicarakan beberapa topik atau tema saja yang dianggapnya penting. Bahkan sebagian besar bahan-bahan materinya diangkat dari makalah-makalah yang pernah penulis dibahas di forum-forum diskusi atau formal lainnya.

Pembahasan yang di angkat penulis adalah sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan, yaitu menjelaskan perbedaan filsafat dan ilmu. Sekaligus juga menceritakan latarbelakang penulisan buku ini dan sistematika yang dipakainya dalam pembahasan tiap BAB.

BAB II Hakikat Manusia, Manusia merupakan suatu kata yang sangat menarik untuk dibahas. Sangat banyak sekali definisi manusia menurut beberapa tokoh, terutama para filusuf. Secara garis besar dari pendapat mereka bahwa manusia menurut manusia itu memiliki tiga elemen, yaitu roh, akal, hati. Ketiga elemen ini yang menjadi sarana penunjang bagi mereka untuk mengenal siapa mereka, darimana mereka, dan hendak kemana mereka? Setelah mereka menemukan jawaban dari pertanyaan ini, maka kesimpulannya manusia akan tahu bahwa dia milik Tuhan dan akan kembali kepada-Nya.

Manusia juga merupakan Homo Endocandum yang dapat dididik dan menddik, tentunya perlu keterlibatan pihak lain agar dapat melangsungkan pendidikan ini menuju keterarahan yang jelas. Manusia pun telah diberikan potensi yang begitu luar biasa. Salah satunya akal tadi, yang dapat digunakan untuk memahami dan memikirkan segala fenomena.

Salah satu yang amat menarik juga untuk dibicarakan adalah apa sebenarnya inti manusia itu? Ketiga unsur tadi yang menjadi jawaban yang amat relevan ditelinga kita. Berdasarkan pendapat ini pendidikan manusia harus terarah secara proporsional.

BAB III Hakikat Pendidikan, Pendidikan suatu pembicaraan yang tak akan pernah selesai untuk dibicarakan, Ada dua kata yang perlu digarisbawahi mengenai hakikat pendidikan yaitu “membantu” dan “manusia” dan ini yang menjadi tujuan pendidikan itu sendiri untuk memanusiakan manusia. Untuk merealisasikan tujuan ini manusia haruslah bisa memiliki kemampuan dalam mengendalikan diri, memiliki pengetahuan. Karena itulah manusia itu menjadi tujuan pendidikan yang harus memiliki pengetahuan yang tinggi. Intinya manusia harus mampu berpikir benar.

BAB IV Dasar Pendidikan, Pendidikan selalu diwarnai oleh pandangan hidup (way of life.) Rasionalismelah salah satu pandangan hidup. Paham ini yang kebenaran itu diperoleh melalui akal atau dengan kata lain akal itulah alat pencari dan pengukur kebenaran, orang-orang sophis dalam penggunaan akal amatlah radikal. Sekalipun akal yang berperan tetapi bukan merupakan satu-satunya jalan. Bagi setiap muslim tentunya tidak hanya akal yang mereka gunakan saja melainkan potensi hati dan jasad yang dapat mendesign pendidikan menjadi lebih baik.

Tatkala kita membicarakan mengenai design pendidikan tidak akan terlepas dari nilai atau norma yang akan diterapkan. Biasanya nilai baik dan buruk digunakan untuk menetapkan nilai, adapun nilai indah dan tidak indah biasanya dikaitkan dengan seni.

BAB V Tujuan Pendidikan, Di negara indonesia terdapat kecacatan dari tujuan pendidikan, sebab yang mereka harapkan dari tujuan itu menjadi manusia yang berjiwa pancasila. Memang bukan pekerjan yang sangat mudah, mungkin saja seseorang tidak mampu mengungkapkan kriteria manusia yang terbaik itu, ada saja pandangan yang berbeda seperti apabila pandangannya berupa agama, maka yang dikatakan tujuan pendidikan yang terbaik itu merupakan pandangan agama, begitupun sebaliknya dengan pandangannya filsafat maka yang dikatakan pendidikan yang terbaik adalah yang berorientasi kepada filsafat. Perbedaan itu dapat dipesempit tatkala negara sendiri yang menetapkan tujuan tersebut.

Pendidikan Berorientasi Kompetensi
Perlu dipahami bersama ada beberapa konsep. Pertama, kompetensi yang akan dicapai ialah kompetensi lembaga bukan kompetensi mata pelajaran. Kedua, ada tidaknya pendidikan maka yang perlu adalah melakukan segenap potensi pengajar dngan baik. Ketiga, inti kompetensi adalah kemampuan, pengajar harus punya life skill.
Pada tahun 2003 di dunia pendidikan kita Konsep yang diluncurkan yaitu KBK. KBK ini sebetulnya yang berorientasi pada kompetensi, dalam kurikulum ini seolah-olah kompetensilah yang menjadi prioritas utama. Padahal kalau kita meihat slogan UNESCO tujuan pendidikan itu ada empat, learning to know, learning to do, learning to be, learning to live together. Jadi, esensi yang terdapat dalam pendidikan itu sendiri agar lulusan terampil menjalani kehidupan.

BAB VI Kurikulum Pendidikan, Kurikulum ialah program dalam mencapai tujuan pendidikan. Hal penting pertama yang harus diperhaikan ialah kurikulum itu ditentukan oleh tujuan pendidikan yang hendak dicapai. Sementara tujuan pendidikan itu mesti ditetapkan berdasarkan kehendak manusia yang membuat kurikuum itu.

Tatkala, kita ingin merancang kurikulum pendidikan, yang terbayang pada kita ialah apa indikator manusia yang baik itu.
1. Akhlaknya baik
2. Memiliki pengetahuan yang benar
3. Menghargai keindahan
Tiga pilar ini yang menjadi isi semua kurikulum.

BAB VII Peserta Didik, penulis menjelaskan tentang murid dan pendidik,
bagaimana perilaku-perilaku seorang murid selama menuntut ilmu.

Review Film "Penjuru 5 Santri"

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4W3galqEAtSaKiv1rZd5nCPaPKvsc-y8Gsv7ylJ7mKdNtPMnJFQhLZTz6TwnIZLKCOxiHpVS1uviaylYb0vUcvDujDR02XAQv4Q7iZL0oCPdFOJ_rlx6gzXUU1RYVoWMBrIHuY_XxItE/s1600/Penjuru+5+Santri+2015.jpg
Sabar, Wahyu, Slamet, Sugeng dan Rahayu adalah 5 sekawan yang tinggal diDesa Selopamioro, 40 KM di selatan Yogyakarta. Desa yang masih asri, jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk suasana kota. Penduduk desa ini masih menggunakan tungku api dengan menggunakan kayu bakar untuk memasak, sungai dan sendang sebagai sumber utama air yang mereka gunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Lima sekawan yang tinggal dalam kesederhanaan dan keprihatinan memiliki semangat tinggi untuk menimba ilmu walaupun jalan yang mereka tempuhtidaklah mudah. Saat mentari tiba mereka bergegas berangkat sekolah tanpamenggunakan alas kaki, menyebrangi sungai dan berjalan beberapa kilometer, dan ketika senja datang mereka pergi mengaji di pondok pesantren yang dipimpin oleh Kiai Landung (Kiai Haji D. Zawawi Imron – Penyair Nasional) dan Gus Pras (Rendy Bragi) dengan penerangan obor.

Awalnya Sabar (Rizqullah Daffa) tidak diizinkan neneknya (Mbah Satir-Yati Surachman) untuk mengikuti pengajian di pondok pesantren itu karena harus membantu Mbah Satir mencari kayu bakar dan rumput untuk kambing. Dengan kesabaran dan kelembutan dari Kyai Landung, Ia berusaha membujuk Mbah Satir agarmengijinkan Sabar agar dapat mengaji di pondok pesantren. Akhirnya, Mbah Satir mengizinkan Sabar mengikuti pengajian.

Suatu hari 5 sekawan ini tidak sengaja menemukan gubuk di tengah hutan jati. Dalam usahanya mengetahui siapa sebenarnya para penghuninya, mereka mengalami kejadian yang tak terduga. Mereka melaporkan kepada Kyai Landung dan kepala desa setempat dan ternyata gubuk tersebut adalah markas penjahat yang dipimpin oleh Pong Harjatmo. Ditengah kerumitan yang terjadi, Mbah Satir meninggal dunia sehingga Sabar tinggal bersama Kyai Landung di pondok pesantren. Terjadi beberapa peristiwa-peristiwa lanjutan yang menarik setelah Sabar ikut bersama Kiai Landung.... silahkan lihat trailernya disini
Sabar, Wahyu, Slamet, Sugeng dan Rahayu adalah 5 sekawan yang tinggal diDesa Selopamioro, 40 KM di selatan Yogyakarta. Desa yang masih asri, jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk suasana kota. Penduduk desa ini masih menggunakan tungku api dengan menggunakan kayu bakar untuk memasak, sungai dan sendang sebagai sumber utama air yang mereka gunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Lima sekawan yang tinggal dalam kesederhanaan dan keprihatinan memiliki semangat tinggi untuk menimba ilmu walaupun jalan yang mereka tempuhtidaklah mudah. Saat mentari tiba mereka bergegas berangkat sekolah tanpamenggunakan alas kaki, menyebrangi sungai dan berjalan beberapa kilometer, dan ketika senja datang mereka pergi mengaji di pondok pesantren yang dipimpin oleh Kiai Landung (Kiai Haji D. Zawawi Imron – Penyair Nasional) dan Gus Pras (Rendy Bragi) dengan penerangan obor.

Awalnya Sabar (Rizqullah Daffa) tidak diizinkan neneknya (Mbah Satir-Yati Surachman) untuk mengikuti pengajian di pondok pesantren itu karena harus membantu Mbah Satir mencari kayu bakar dan rumput untuk kambing. Dengan kesabaran dan kelembutan dari Kyai Landung, Ia berusaha membujuk Mbah Satir agarmengijinkan Sabar agar dapat mengaji di pondok pesantren. Akhirnya, Mbah Satir mengizinkan Sabar mengikuti pengajian.

Suatu hari 5 sekawan ini tidak sengaja menemukan gubuk di tengah hutan jati. Dalam usahanya mengetahui siapa sebenarnya para penghuninya, mereka mengalami kejadian yang tak terduga. Mereka melaporkan kepada Kyai Landung dan kepala desa setempat dan ternyata gubuk tersebut adalah markas penjahat yang dipimpin oleh Pong Harjatmo. Ditengah kerumitan yang terjadi, Mbah Satir meninggal dunia sehingga Sabar tinggal bersama Kyai Landung di pondok pesantren. Terjadi beberapa peristiwa-peristiwa lanjutan yang menarik setelah Sabar ikut bersama Kiai Landung.... - See more at: http://www.jadwalxxi.com/2015/01/sinopsis-penjuru-5-santri-2015-bioskop.html#sthash.m4qCxqdN.dpuf
Sabar, Wahyu, Slamet, Sugeng dan Rahayu adalah 5 sekawan yang tinggal diDesa Selopamioro, 40 KM di selatan Yogyakarta. Desa yang masih asri, jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk suasana kota. Penduduk desa ini masih menggunakan tungku api dengan menggunakan kayu bakar untuk memasak, sungai dan sendang sebagai sumber utama air yang mereka gunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Lima sekawan yang tinggal dalam kesederhanaan dan keprihatinan memiliki semangat tinggi untuk menimba ilmu walaupun jalan yang mereka tempuhtidaklah mudah. Saat mentari tiba mereka bergegas berangkat sekolah tanpamenggunakan alas kaki, menyebrangi sungai dan berjalan beberapa kilometer, dan ketika senja datang mereka pergi mengaji di pondok pesantren yang dipimpin oleh Kiai Landung (Kiai Haji D. Zawawi Imron – Penyair Nasional) dan Gus Pras (Rendy Bragi) dengan penerangan obor.

Awalnya Sabar (Rizqullah Daffa) tidak diizinkan neneknya (Mbah Satir-Yati Surachman) untuk mengikuti pengajian di pondok pesantren itu karena harus membantu Mbah Satir mencari kayu bakar dan rumput untuk kambing. Dengan kesabaran dan kelembutan dari Kyai Landung, Ia berusaha membujuk Mbah Satir agarmengijinkan Sabar agar dapat mengaji di pondok pesantren. Akhirnya, Mbah Satir mengizinkan Sabar mengikuti pengajian.

Suatu hari 5 sekawan ini tidak sengaja menemukan gubuk di tengah hutan jati. Dalam usahanya mengetahui siapa sebenarnya para penghuninya, mereka mengalami kejadian yang tak terduga. Mereka melaporkan kepada Kyai Landung dan kepala desa setempat dan ternyata gubuk tersebut adalah markas penjahat yang dipimpin oleh Pong Harjatmo. Ditengah kerumitan yang terjadi, Mbah Satir meninggal dunia sehingga Sabar tinggal bersama Kyai Landung di pondok pesantren. Terjadi beberapa peristiwa-peristiwa lanjutan yang menarik setelah Sabar ikut bersama Kiai Landung.... - See more at: http://www.jadwalxxi.com/2015/01/sinopsis-penjuru-5-santri-2015-bioskop.html#sthash.m4qCxqdN.dpuf

Jumat, 26 Desember 2014

Tutorial Compile / Decompile APK Android Tanpa PC


Mungkin banyak dari teman-teman yang sudah pernah melihat postingan di beberapa grup android tentang kehadiran APKTOOL yang jalan di handphone/tablet Android. Banyak dari beberapa user yang belum bisa menggunakan APKTOOL untuk android ini, jadi saya coba buat posting ini.
Ini nggak terlalu susah kok. Mungkin karena masih ada bug dalam app ini, jadi saya usahakan review app ini terus dan coba untuk update postingan ini dengan tutor dari versi yang terbaru..
DOWNLOAD APKTOOL
Untuk semua Chipset ARM Klik Disini (versi 4.3)

Langsung simak tutornya Cekicrottt :p

INSTALL FRAMEWORK DI APKTOOL NYA
  1. Download apktool diatas, ekstrak di sdcard/disini (jangan dimasukan dalam folder manapun)
  2. Install apk yg ada di dalam folder apktool
  3. Kalau udah coba copy framework-res.apk dengan root eksplorer ke dalam folder apktool
  4. buka aplikasi apktool nya masuk ke sdcard/apktool/disini.. klik framework-res.apk dan pilih Import to Framework dan tunggu sampai selesai.
ini cara mudah dan singkat untuk decompile dan recompilenya biar gak ribet kesana kemari…
jika sudah di import framewprk-res.apk langsung lanjut aja..
JANGAN LUPA BACKUP FILE YANG MAU DI EKSEKUSI..

  1. Taruh APK yg mau di decompile ke folder /sdcard/apktool/disini (misal: SystemUI.apk)
  2. pilih decompile all lalu akan muncul folder “SystemUI,_src” (kalau tahap ini gagal mungkin ada masalah dengan APK nya)
  3. Di tahap ini silahkan edit sesuai tutor yg bisa dicari di grup atau di gugel dan sangat dibutuhkan ketelitian agar .
  4. Jika sudah selesai editing nya, tekan folder SystemUI_src tadi dan pilih recompile… tunggu sampai selesai.. jika editingnya benar liat log terakhirnya harus “## buildiing apk..’ dan muncul file baru bernama SystemUI_src.apk
  5. tekan SystemUI_src.apk tadi lalu pilih ‘sign apk‘.. nanti muncul file SystemUI_src_sign.apk
  6. rename file SystemUI_src_sign.apk menjadi SystemUI.apk lalu push ke system/app/disini atau dijadikan flashable zip dan push dgn CWM Recovery
  7. selesai
Gimana, mudah kan? hehe..
ini jauh lebih simple dibanding harus ekstrak file apk dan replace.. hehehe..

Oiya..
Untuk yang sukses recompile tapi app nya Force Close coba cara ini..
  1. Copy SystemUI.apk ke dalam folder apktool
  2. Buka aplikasi apktool, masuk ke folder apktool, klik SystemUI.apk, pilih Decompile All
  3. Kalau sudah selesai decompile nanti akan muncul folder hasil dari decompile tadi yaitu SystemUI_src
  4. masuk ke folder hasil decomple tadi dan edit sesuai kebutuhan
  5. Setelah selesai edit klik folder SystemUI_src pilih recompile dan tunggu sampai selesai (lumayan lama) <nanti akan muncul folder “build” di dalam folder “SystemUI_src”>
  6. kalau sudah selesai coba ekstrak SysremUI.apk yg sebelum diedit(yang asli alias ori) dan biarkan dulu hasil ekstrak nya..
  7. Masuk ke folder “sdcard/apktool/SystemUI_src/build/apk/disini” dan copy semua yg ada disana ke dalam folder ekstrakan SystemUI yang ori tadi (replace)
  8. Compress lagi file-file SystemUI ori yg udah direplace tadi jadi zip
  9. rename jadi SystemUI.apk dan taruh ke system/disini ubah permission ke rw-r–r–.. pindahkan lagi ke system/app/disini..

NB: Untuk mempermudah pengeditan file xml bisa gunakan aplikasi “920 Text Editor” yg dapat di download gratis di playstore atau di proyek googlecode nya DISINI dan pilih versi terbaru.
DWYOR (Do With Your Own Risk)